PROMO IMLEK KLIKHOMES

PROMO IMLEK KLIKHOMES
NIKMATI PROMO INI, WAKTU TERBATAS

Related Post

Happy New Year 2009




Keluarga Besar INOVASI36, CV. Handal Karya mengucapkan "SELAMAT TAHUN BARU 2009" .
Semoga diTahun 2009 ini banyak keajaiban dan kesuksesan menyertai kita semua.

Tags kitchen Set

KITCHEN SET KUCHEN CUISINES COCINAS DAPUR design diseno desain Kitchen Accessories Kuchenzubehor Accessoires de cuisine Aksesoris Dapur Accessorios de Cocina Classical Kitchens Klassische Kuchen Cuisines Classiques Cocina Clasicas Dapur Klasik Rustic Kitchens Rustikale Kuchen Cuisines Rustiques Cocinas rusticas Dapur Rustik Modern and Avant-garde Kitchens Moderne und Avantgardistische kuchen Cuisines Modernes et Avant-gardistes Cocinas Actuales y vanguardistas Dapur moden dan AvantGarde Minimalistic Kitchens Minimalistische Kuchen Cuisines Minimalistes Cocinas Minimalistas Dapur minimalis Small Kitchen Kleine Kuchen Cuisines Petites Cocinas pequenas Dapur Kecil Industrial Kitchens Grobkuchen Cuisines Industrielles Cocinas industriales Dapur Restoran

NEW YEAR PROMO

Menyambut Tahun Baru 2009

Inovasi36 Kitchen Set bekerja sama dengan MODENA smart living memberikan "PROMO SPESIAL TAHUN BARU" Untuk pembuatan KITCHEN SET
Harga mulai dari Rp 990.000,-/m, Anda bisa mendapatkan HADIAH LANGSUNG PRODUK dari MODENA smart living, seperti :
Built In Hob, Slim Exhaust Hood, Microwave Oven, Blender, Rice Cooker, dan Orange Juicer.

belum lagi ditambah Bonus
Free Design Exlusive Format 3D (seperti foto)
Free Instalation

Promo ini berlaku Mulai dari
15 Desember 2008 s/d 31 Januari 2009


Jangan Ragu lagi, Angkat Telpon anda sekarang dan Hubungi Kami di
021 9264 2232 / 021 788 913 90
kunjungi Showroom kami di jalan raya Lenteng Agung No.36 (sebelah bank Danamon / di depan Stasiun Lenteng Agung arah ke Ps.Minggu)

Booth/Mini Counter Franchise dengan Sistem Knock Down

Ternyata mendesain gerobak atau booth bukanlah perkara gampang. Apalagi kalau diburu waktu dan ingin memberikan ciri tersendiri yang berbeda dengan pesaing. Terlebih-lebih jika jumlah yang dibutuhkan banyak karena franchisee sudah menunggu. Sejumlah pengelola franchise mengalami kesulitan ini. Malah, desain Booth yang semula akan dikerjakan sendiri terpaksa harus diorderkan kepada pihak lain karena keburu waktu dan kesulitan mengerjakannya.

Berdasarkan Pengalaman dengan Mitra Mitra Kami, INOVASI36 menawarkan konsep Booth/mini counter dengan Sistem Knock Down.
Booth/mini counter dengan konsep knock down adalah Booth/mini counter yang sifatnya mudah dibongkar-pasang.Dengan konsep demikian maka Booth/ mini counter dengan konsep knock down harus memiliki kriteria sebagai berikut:

1.Menggunakan aksesories dengan konsep Knockdown.

2.Menggunakan material yang tidak terlalu berat dan tahan dibongkar pasang.

3.Mempunyai assembling instruction atau petunjuk perakitan yang praktis & mudah
dipahami.

4.Fabrikasi harus tepat dan presisi.

Kenapa Booth/Mini Counter Knock Down?

setelah booth atau mini counter didapat dan memiliki kekhasan tersendiri baik produk yang dijual maupun Booth/mini counternya, apakah sukses dengan mudah akan bisa diraih? Tentu saja tidak. Lokasi tetap memberi nilai yang lebih. Untungnya dengan Booth/mini Counter Knock Down lokasi bisa mudah diatasi. Maksudnya, jika di lokasi satu ternyata tak menghasilkan banyak uang, maka Booth itu bisa dengan mudah dipindahkan ke lokasi lain yang lebih optimal.

Selain itu Juga memudahkan Franchisor untuk mengembangkan jaringan Franchise nya ke seluruh pelosok Nusantara dengan Bentuk dan kwalitas yang sama sehingga mempunyai image tersendiri untuk bisnis anda, Hemat Biaya Kirim karena Knock Down bisa di paketkan karena sifatnya yang masih lembaran.

Kebab Turki Baba Rafi, Pisang Goreng Ta B'Nana, Ayam Goreng Fatmawati, Motor Bridal, MagFood Amazy, Bakmi Gila, Home Mate Ice Cream, adalah sebagian dari Mitra kami.
Jadilah yang terbaik seperti mereka.

KAMI MENAWARKAN HARGA MULAI DARI 4jt Rupiah UNTUK PEMBUATAN BOOTH/MINI COUNTER KNOCK DOWN!
HUBUNGI KAMI SEKARANG JUGA DI 021 9264 2232 UNTUK MENDAPATKAN DESAIN EXCLUSIVE GRATIS UNTUK BOOTH ANDA

PROMO SPESIAL LEBARAN


Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1429H
i36 architect memberikan "PROMO SPESIAL LEBARAN" untuk pembuatan KITCHEN SET
Finishing HPL Hanya Dengan Rp 1.199rb/m sudah termasuk aksesoris.
GRATIS MOZAIK sudah berikut pemasangan senilai Rp.3.750.000,-

* Free desain Exlusive
* Free Ongkos Kirim + Pasang

Promo ini berlaku sampai dengan 30 November 2008
Angkat telpon dan Hubungi
021 9264 2232 / 021 788 913 90
SEKARANG JUGA!!!

Kunjungi Showroom kami i36 architect & interior
CV.HANDAL KARYA
Showroom :
Jalan Raya Lenteng Agung No.36 Jakarta Selatan
PROMOSI KITCHEN SET

Miliki DAPUR IMPIAN hanya dengan 899rb/m sudah termasuk Rak dan handle.
Tidak hanya itu, dapatkan Hadiah langsung :
1.Gratis kompor gas MODENA type bh 1641 senilai Rp 1.650.000,-
2.Gratis Sink + Kran senilai Rp 300.000,-
3.Gratis desain exlusive senilai Rp 1.750.000,-

TOTAL BONUS RP 3.700.000,-

Penawaran ini terbatas hanya untuk 10 orang pemesan pertama
Angkat telpon dan Hubungi
021 9264 2232
SEKARANG JUGA!!!

Kunjungi Showroom kami i36 architect & interior
CV.HANDAL KARYA
Showroom :
Jalan Raya Lenteng Agung No.36 Jakarta Selatan

SHOP LIGHTING DAN SHOP AMBIENCE

ebuah “pengalaman” belanja dapat hadir ketika pengunjung merasa menemukan ambience dari ruang dan produk yang dihadapinya. Melalui desain tata cahaya terkonsep—tak sekedar menerangi ruang dan barang—pengalaman itu tercipta.
Di era 1980-an dan 1990-an, desain lighting utamanya lebih fokus pada pencahayaan merchandise (barang yang ditawarkan). Eksistensi produk di suatu toko ditonjolkan melalui penerapan high level lighting tepat menyorot produk yang dipasang. Hal itu dapat kita lihat pada direct lighting dengan spotlight terhadap manekin misalnya. Intensitas cahaya lampu spot yang kontras ketimbang ruang dan obyek sekitar yang dibuat redup, menegaskan figur manekin sebagai aksen.
Sejalan dengan waktu dan perubahan gaya berbelanja, kini pencahayaan merchandise dituntut berkombinasi dengan pencahayaan ruang (space illumination). Bukan sekedar keseimbangan produk dan ruang, lighting terutama ditujukan untuk penciptaan citra ruang. Space illumination tematik untuk memancarkan ambience tertentu pun didesain agar pencahayaan mengejutkan, menggoda, menstimulasi emosi.
Penerangan ruang (general lighting) toko hendaknya hadir dalam kuat cahaya tinggi. Citra visual didapat dari tata cahaya pada elemen arsitektur—misal, partisi, drop off, dan back drop—dengan color rendering yang tepat. Elemen-elemen itu sendiri mampu meningkatkan kontras bidang-bidang dalam ruang sehingga ruang tak tampil “kosong” dan datar. Permainan maju-mundur dinding, turun naik ceiling, profil garis, tekstur, warna dan pembayangannya semakin khas ditangkap mata bila diramu dengan pencahayaan dan efek yang tepat. Satu lagi, pencahyaan pada satu elemen besar pengaruhnya pada kesan ruang keseluruhan. Pada dinding akan membuat ruang terasa luas, pada ceiling akan membuatnya terasa tinggi.
Perkembangan desain toko dengan permainan elemen (estetis) arsitektur, memudahkan kreatifitas tata letak merchandise. Rak atau showcase bisa diintegrasikan dengan partisi/ dinding. Di sela-sela ruang yang terbentuk antarkeduanya, perangkat lampu dapat diletakkan, dengan armature yang tak terekspos. Karena di luar yang tampak cuma berkas cahaya, maka bidang elemen dan ruang keseluruhan terlihat bersih.
Untuk menciptakan ambience sekaligus tetap berpegang pada fungsi penerangan umum dan merchandise, dibutuhkan aplikasi lebih dari satu spesifikasi. Tak hanya seperti konsep spotlight untuk aksen dan down light untuk umum, melainkan sebuah sistem yang memuat berbagai fungsi.
Upaya senada diungkapkan Benno Salinas F, Lighting Desainer dalam sebuah seminar yang digelar INIAS, “The Silent Sales Person”, beberapa waktu lalu. Dinamisasi/ fleksibilitas sistem lighting yang memprtimbangkan perubahan warna display dan warna barang seiring waktu dan tren, lebih utama menyediakan alternatif konsep pencahayaan yang cukup banyak dengan dana maksimal.
Dinamis dan fleksibel bisa dengan penggunaan multitrack (tidak dengan sirkuit tunggal), dengan memilih spotlight—pada sebuah track atau titik posisi yang pasti—yang arahnya dapat mudah diubah-ubah. Di samping dengan memilih fitting yang dapat dipakai oleh lampu-lampu yang berbeda agar tersedia kebutuhan rendering warna yang berbeda-beda. Sebagai catatan, tingkat rendering warna (color rendering) suatu lampu amat besar pengaruhnya terhadap kualitas visual ambience suatu obyek.
Dijelaskan Benno, sistem kontrol pencahyaan pada satu area perbelanjaan sebaiknya menyediakan 2 alternatif untuk siang dan malam dan mampu menciptakan ambience yang dapat berubah-ubah dengan distribusi dan warna cahaya yang berbeda beda.
Pencahayaan khusus
Shop lighting dijabarkan pula oleh Satria D Mochtan, Lighting Desainer dari Lumina Arsi Dinamika. Di depan peserta INIAS Hospitality Seminar beberap waktu lalu, dengan makalah The Dynamic Design in hospitality Industry-Lighting, Satria mengungkapkan beberapa teknik pencahayaan khusus bagi penciptaan pengalaman visual dan psikologis pengunjung.
Ada teknik highlighting dan silhouetting yang umum digunakan pada merchandise. Highlighting membuat kuat cahaya obyek 5 kali lebih terang dibanding latar belakangnya. Silhouetting menekankan fitur khusus obyek sekaligus menghilangkan glare. Pada manekin, misalnya, satu spotlight yang diinstal agak rendah mendekat ke model menciptakan kontras cahaya sangat kuat, yakni sebagian sisi begitu terang dan sebagian lain berbayang gelap. Sisi high brightness biasa pada sebagian wajah dan bahu model, agar tercipta karakter dominan. Permainan kontras sejalan tujuan atraktif area window sebagai zona letak manekin pada umumnya.
Ada pula teknik backlighting, meletakkan sumber cahaya di belakang obyek untuk performa berkas cahaya impresif dari depan. Teknik ini umumnya digunakan untuk produk-produk kristal. Lain bila cahaya diletakkan dari arah lain, misalnya direct lighting dengan lampu—halogen spots atau fluorescents—dari depan. Arah ini lebih menghasilkan efek refleksi dan ekspos kilap. Kilap (sparkle) lebih keluar dengan halogen spots ketimbang fluorescents. Dengan halogen, bayangan (shadow play) pada latarbelakang pun lebih elegan.
Sparkle juga menunjuk pada teknik menciptakan kontras terang pada suatu tempat gelap. Pada area staircase/ tangga misalnya. Tangga merupakan elemen arsitektur yang khas, terlebih dengan konsep mobilitas gerak dari perubahan tinggi dan cepatnya. Dengan permainan lampu pada bagian tangga seperti anak tangga, pengalaman itu lebih atraktif.
Selanjutnya ada aplikasi structural lighting, down lighting, up lighting, dan wall washing yang berperan menciptakan citra elemen ruang, bahkan menguatkan tampilan elemen sebagai aksen ruang. Structural lighting menerapkan indirect lighting pada elemen struktural ekspos, seperti pada rangkaian balok baja di suatu bangunan hi-tech. Cara ini menguatkan fungsi komponen struktur sekaligus elemen arsitektur artistik.
Down lighting umumnya berupa teknik pencahayaan 180ยบ dari langit-langit yang baik untuk penerangan area sirkulasi. Sedang up lighting berupa pencahayaan mengarah ke bidang atas, untuk menonjolkan ceiling atau menguatkan kesan ketinggian. Untuk cahaya pada elemen dinding bisa dengan teknik wall washing. Kegunaannya menonjolkan obyek di dinding, memperjelas karakter fisik dinding sendiri (wujud, tekstur, warna dan semacamnya), dan menciptakan kesan “ruang”.
Enticing light
Selain konsep yang berbasis pada upaya menyajikan “pengalaman” melalui ambience ruang (enticing light), shop lighting diprediksi makin dalam merespons kebutuhan individual (Sjef Cornelissen, International Lighting Review 002: Shop) Seperti munculnya perhatian terhadap eksistensi figur individu dan interaksi antarmereka (humanising light), sampai peran makin dominan atas seluruh proses dan aktifitas dalam ruang retail (light the process)
Di masa depan, kenyamanan, mood dan interaksi pengunjung (khususnya di ruang retail) besar kontribusinya terhadap tren pencahayaan yang makin dinamis, mengkombinasikan beragam spesifikasi terintegrasi, fleksibel dengan sistem kontrol yang mudah. Bahkan melahirkan keberanian konsep light as art seperti gaya pencahayaan orkestra dan semacamnya. Demikian menurut Sjef Cornelissen. (berbagai narasumber/Rozak).

DESAIN RITEL TERKINI

Retailer sekarang harus bekerja lebih keras untuk menarik perhatian konsumen. Karena sekarang bukan lagi sekedar mengelola kemampuan membeli, tetapi bagaimana membangun keinginan untuk membeli.

Begitu barangkali kesimpulan paling umum yang menggarisbawahi perkembangan desain retail kini, dilihat dari perubahan cara dan gaya hidup masyarakat dan perkembangan produk-produk baru yang bermunculan. Termasuk dalam pertimbangan desain di sini, adalah persepsi masyarakat modern tentang makna berbelanja itu sendiri. Betapa pada hari-hari ini, muncul tuntutan ruang belanja yang menghibur dan memberi pengalaman emosional tertentu.

Desainer interior Lea A Aziz, mempresentasikan “The New World of Retail Design” dalam Retail Seminar Series oleh INIAS di Jakarta. Menurutnya, hal yag paling sulit dalam desain retail adalah menarik minat konseumen baru, sambil tetap mempertahankan dan memperhatikan konsumen lama. Untuk itu, satu proses yang krusial dalam tahap pradesain adalah identifikasi pasar, siapa dan bagaimana konsumen itu sebenarnya. Tujuannya agar desain ritel tetap up to date, tepat, sesuai target konsumen.

Pengetahuan desainer tentang branding, serta strategi marketing yang diprogramkan menjadi keharusan yang lain. Harapannya, imej produk terkomunikasikan secara efektif lewat desain ruang retail yang tercipta. Atau sebaliknya, estetika desain ruang ritel tetap serasi dengan nilai dan karakter produk yang dijual di dalamnya.

Lea mengemukakan pula vitalnya produk sebagai fokus visual dalam suatu ruang ritel. Tata interior toko sebagai lingkungan, tidak boleh mendominasi, melainkan secara keseluruhan tampil sebagai alat komunikasi informatif yang melengkapi dan mendukung promosi dan penjualan produk-produk yang dipajang. Di sini, penting menampilkan shop environment yang juga mendidik dan menghibur. Apalagi, persepsi berbelanja saat ini lebih mengarah pada entertainment.

Elemen desain ritel

Ada lima elemen di dalam desain ruang retail yang penting untuk dikelola agar lingkungan belanja yang berkesan. Kelimanya adalah display, signage, graphics, merchandising, dan point of sale. Elemen pertama adalah display. Sebuah display diharapkan dapat memicu resapan emosional tertentu dalam sekilas pandang. Display produk yang tertangkap langsung dari arah luar, dapat membangun kesan pertama yang memancing orang untuk masuk ke toko, merasa nyaman di dalamnya, dan membeli produk.

Untuk itu, display sebaiknya menghindari penampilan yang berlebihan, melainkan fokus pada item-item produk seperti item best seller yang diyakini paling memancing keinginan untuk membeli. Sebagai alat informasi, maka konsep diplay sebaiknya menyertakan program promosi yang sedang diljalani. Dan, tampilkan pula elemen display yang bergerak atau bersuara sebagai bagian atraksi komunikasi fungsional yang boleh jadi berkesan menghibur.

Elemen kedua signage. Elemen ini terkait dengan tampilan gambar/ logo, warna, tulisan, dan pencahayaan. Kita biasa melihatnya sebagai media di bagian luar toko yang menampilkan nama perusahaan atau brand produk yang dijual di dalam toko tersebut. Untuk brand besar yang telah memiliki nama, terkadang cukup dengan penonjolan signage brand-nya yang identik di bagian luar, orang yang melihat pun akan terpancing masuk ke dalam.

Memperhatikan unsur grafis sebagai elemen ketiga bermanfaat agar suatu brand lebih mudah dan cepat diingat. Karenanya, pihak desainer harus bekerjasama dengan pihak advertising atau desain grafis untuk menciptakan tampilan grafis di suatu toko sebgai kekuatan visual yang memikat sekaligus tetap informatif terhadap produk. Penonjolan produk-produk utama sebagai materi grafis diyakini akan semakin menagaskan daya tarik produk sebagi fokus setiap shop environment.

Untuk menampilkan display yang langsung berkesan (first impression) dari sisi luar, menurut Lighting Desainer, Benno Salinas F terutama perhatikan desain shop window (jendela toko) sebagai perantara visualnya. Beberapa ritel memunculkan jendela yang memperlihatkan secuplik produk sebagai bagian dari isi yang ingin dikedepankan. Sebagian lagi malah memunculkan keseluruhan isi merchandise yang didisplay. Namun jendela juga semestinya memunculkan tema-tema tertentu, ide atau gaya tertentu dari ritel dan brand yang disandangnya. Untuk itu, bisa memalaui desain jendela yang memperlihatkan paduan signage dengan olahan grafis, dan tata pencahayaan yang membangun impresi visual tertentu. Tanpa menenggelamkan produk dibalik jendela, tentunya.

Elemen keempat pada desain ruang retail adalah merchandising, pengelolaan barang dagangan. Keputusan retailer untuk menjual barang tertentu, unik, khusus, atau bahkan barang umum di dalam tokonya akan amat berpengaruh pada konsep desain toko. Elemen Terakhir, pentingnya keberadaan sistem point of sale (POS) sebagai satu sistem perangkat teknologi yang merespons tuntutan praktis dari setiap transaksi. Elemen yang berada di area kasir ini terdiri dari layar monitor, keyboard, scanner, cash drawer, tempat menggesekkan kartu kredit dan debet, dan lain-lain.

Belanja sebagai experience

Menurut Lea A Aziz, bentuk arsitektur retail shop juga menunjukkan status sosial, budaya dan perubahan dari ekonomi setempat. Dahulu, bentuk ritel berupa toko-toko milik suatau keluarga yang berdiri sendiri. Kini berubah menjadi toko-toko di dalam satu arcade atau suatu mall di mana arcade, promenade, gallery, sebagai satu area terlindung dengan suasana menyenangkan. Konsep ini menjadi gambaran makin besarnya kebutuhan ruang wisata belanja. .

Marc Gobe, penulis buku pemasaran dalam salah satu buku terlarisnya, Emotional Branding mengungkapkan munculnya kecenderungan perdagangan eceran (retail) yang mampu menjadi sebuah kekuatan promosi. Mengalahkan kekuatan dari media periklanan sendiri. Retailing has become advertising. Hal ini diperoleh lewat kekuatan ritel-ritel yang tak semata karena menawarkan harga produk yang murah. Melainkan lebih karena kecerdikan retailer menciptakan kesan nyaman kepada konsumen saat menghadapi produk dalam sebuah pusat perbelanjaan.

Lingkungan, kualitas produk, pelayanan, seleksi dan pengalaman yang menyenangkan saat berbelanja adalah sebuah konsep utuh yang dibutuhkan untuk merebut hati konsumen kini. Hal itu bisa ditempuh, antara lain, dengan menciptakan kejutan-kejutan baru dalam desain ritel dalam periode waktu tertentu, agar mereka senantiasa mendapat nilai plus saat berkunjung. Beberapa brand internasional melakukan perubahan tata interior pada toko/ gerainya setiap 2-3 bulan sekali. Minimal merubah lay out dan dekorasi media display seperti showcase setiap periode itu.

Benno menjelaskan inovasi perubahan suasana atau ambience dalam ruang toko bahkan terasa lebih maksimal menghadirkan pengalaman ruang yang baru, melalui perubahan kesan kontras (cahaya) dan pilihan warna-warna tertentu pada material showcase atau elemen bangunan. Cahaya dan warna memegang peran penting dilihat dari pengaruhnya terhadap persepsi psikologis individu atas suatu tempat ke tempat lain dan suatu ke waktu yang lain.

Kesuksesan penjualan suasana pada ritel menjadi kunci majunya perdagangan ritel di pusat perbelanjaan di banyak negara maju. Bagaimana dengan Indonesia?

-Berbagai narasumber-

Liputan HANDAL KARYA di MAJALAH DUIT edisi januari 2008

Perkembangan pesat usaha waralaba di Tanah Air mendatangkan peluang bisnis baru bagi Hangga Pramudyanto. Ia mengarahkan usaha desain interior dan kontraktornya khusus untuk melayani pembuatan booth maupun outlet usaha waralaba.

Usaha yang dirintisnya itu bernama Handal Karya. Bidang bisnisnya, mulai dari penyediaan jasa arsitektur, desain interior dan kontraktor. Beberapa proyek besar sudah pernah ia tangani. Termasuk membangun sekaligus mendisain sebuah pondok Pesantren Modern di Depok. Belum terhitung kedalamnya mendisain interior apartement dan merenovasi rumah tinggal.

Pemilik usaha ini bernama Hangga Pramudyanto, umurnya baru 28tahun. Dan ia belum puas menggarap desain interior konvensional. Ia melihat dan mendapat inspirasi dari perkembangan pesat usaha waralaba di Tanah Air. Seiring dengan berkembangnya usaha waralaba maupun usaha yang mewaralabakan diri, ia memperkirakan permintaan akan booth maupun outlet-outlet waralaba dimaksud akan meningkat. Itu berarti permintaan untuk mendisain dan membuatnya akan meningkat pula. Dan, ini merupakan segmen baru yang belum banyak dibidik oleh usaha disain interior.

“Selama ini kami sudah banyak menangani pembangunan maupun mendisain rumah dan perkantoran. Tetapi saya melihat permintaan terhadap disain dan pembuatan outlet waralaba akan besar. Karena itu kami saat ini sedang menggarap pasar ini. Ini akan menjadi bisnis yang berkembang dengan baik” tutur Hangga, lulusan disain interior Universitas Pancasila tersebut.

Menurut Hangga, sejak akhir tahun lalu, beberapa usaha waralaba telah memesan booth dan outlet kepadanya, salah satunya adalah usaha waralaba Kebab Turki Baba Rafi. Usaha waralaba ini selain memesan sejumlah booth, juga memakai jasa Handal Karya untuk mendisain dan membangun outletnya di sebuah pameran di Pekan Raya Jakarta. Usaha waralaba lainnya yang tidak mau disebutkan namanya, memakai jasa Handal Karya untuk membangun dan mendisain kantor serta workshopnya.

Tahun ini juga, ada lima usaha waralaba yang sudah dalam daftar calon pelanggan Handal Karya. Umumnya pekerjaan yang diberikan kepada Handal Karya adalah membuat booth dan mendisain outlet. Sebagian besar booth dan disain outlet itu diperuntukkan untuk para franchisee (terwaralaba) baru. Handal Karya tidak mendapatkan deal bisnis dari terwaralaba dimaksud melainkan dari pemilik waralaba (franchisor). Soalnya, investasi waralaba itu umumnya berupa paket, mulai dari license fee hingga mendisain dan membangun outlet, sudah merupakan investasi yang utuh, tidak terpisah. Jadi dalam soal deal bisnis, franchisor dan franchisee lah yang saling bernego. Sementara Handal Karya mendapatkan pesanan dari franchisor.

Hangga tidak secara terus terang menyebutkan berapa harga jasa yang mereka patok dalam memenuhi pasanan usaha waralaba tersebut. Tetapi ia memberikan ancar-ancar antara Rp 8 juta hingga Rp 20 juta per booth, tergantung besar dan rumitnya pekerjaan tersebut. Adapun booth yang dibangun oleh Handal Karya bisa berupa gerobak, outlet semi permanent dan permanent.

Jika yang dipesan adalah booth, biasanya Handal Karya akan mengerjakan di workshop mereka, setelah rampung , barulah booth tersebut diangkut ke lokasi yang diinginkan. Sedangkan bila yang diminta adalah membangun atau mendisain outlet statis/permanent, Handal Karya akan mengirimkan orang-orangya untuk mengerjakannya dilokasi.

Menurut Hangga, pihaknya membutuhkan waktu rata-rata satu bulan untuk menyelesaikan pesanan-pesanan per klien. Sejauh ini, Handal Karya menurunkan empat orang pekerja dan dua orang pekerja dalam tahap finishing untuk tiap-tiap proyek. Sementara sebelum proyek pembuatan dan disain berjalan, terlebih dahulu dilakukan survey lokasi.

Salah satu positioning yang ingin ditonjolkan oleh Hangga dalam usahanya ini adalah adanya garansi lima tahun terhadap hasil pekerjaan mereka. Selam lima tahun tersebut, pihaknya bersedia menerima komplain dari klien dan memperbaiki apa yang dikeluhkan tersebut.

Usaha disain interior untuk waralaba ini merupakan salah satu bidang bisnis yang ditawarkan oleh Handal Karya. Usaha lainnya, yakni jasa disain interior/arsitektur dan kontraktor tetap berjalan. Tahun ini ia menargetkan akan mencapai omzet Rp 2Milyar atau lebih kurang Rp 160juta per bulan. Tahun lalu, omzet perusahaannya mencapai Rp 1,5Milyar. Sumbangan terbesar datang dari usaha kontraktor, baru menyusul dari usaha disain dan interior. “Sumbangannya besar, tetapi modalnya juga harus besar,” kata Hangga, menggaris bawahi usaha kontraktornya.

Baik untuk usaha jasa disain interior maupun usaha kontraktornya, tariff standar yang ditawarkan oleh Haka adalah per meter persegi. Sebagai contoh, untuk jasa komplit, mulai dari disain hingga pembangunan dan pengawasan, Haka mematok tarif Rp 1.850ribu per meter, sedangkan untuk jasa disain interior dan furniture, ada enam paket yang ditawarkan. Mulai dari paket multiplek, blockboard, MDF, Parquet, hingga wallpaper.

Embrio dari usahanya ini sudah ada ketika dia kuliah di Universitas Pancasila, Jakarta. Kedua orang tuanya memodalinya untuk menjalankan game center. Namun pada perjalanannya, usaha itu tak terlalu menggembirakan. Dan pada saat yang sama, Hangga justru sudah mulai mencoba-coba berkarya di bidang disain. Hasil-hasil gambar bangunannya ia tunjukkan kepada beberapa kerabat dank arena itu ia diberi kesempatan membuat gambar dan mendisain rumah mereka. Dari perkembangan inilah ia akhirnya memutuskan untuk memfokuskan diri pada usaha disain dan interior tersebut. Sedangkan usaha game center yang pernah dirintisnya itu kemudian ia hibahkan kepada orang lain.

Proyek paling besar yang pernah ditanganinya dalam usaha kontraktor ini antara lain adalah pembangunan asrama pesantren “Luhur Mutiara Bangsa” di Depok senilai Rp 2 Milyar. “Proyek ini kami dapatkan melalui tender,” kata Hangga. Tak mengherankan setelah sukses membangun asrama tersebut, mereka juga dipercaya kembali menangani pembangunan mushollanya.

Menurut Hangga, tantangan terbesar dalam usaha disain interior dan kontruksi adalah memelihara kepercayaan klien atau pelanggan. Apalagi pihaknya memberikan garansi atas kualitas proyek yang ditanganinya. “Sering kali pihak klien berubah pikiran ditengah perjalanan sebuah proyek. Misalnya kita sudah merancang disain interiornya dengan kesepakatan, tetapi mereka kemudian meminta diubah lagi. Ini yang bikin pusing, tetapi tetap harus kita layani dengan baik,” tutur Hangga. [eben ezer siadari]
Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More