PROMO IMLEK KLIKHOMES

PROMO IMLEK KLIKHOMES
NIKMATI PROMO INI, WAKTU TERBATAS

Related Post

Liputan HANDAL KARYA di MAJALAH DUIT edisi januari 2008

Perkembangan pesat usaha waralaba di Tanah Air mendatangkan peluang bisnis baru bagi Hangga Pramudyanto. Ia mengarahkan usaha desain interior dan kontraktornya khusus untuk melayani pembuatan booth maupun outlet usaha waralaba.

Usaha yang dirintisnya itu bernama Handal Karya. Bidang bisnisnya, mulai dari penyediaan jasa arsitektur, desain interior dan kontraktor. Beberapa proyek besar sudah pernah ia tangani. Termasuk membangun sekaligus mendisain sebuah pondok Pesantren Modern di Depok. Belum terhitung kedalamnya mendisain interior apartement dan merenovasi rumah tinggal.

Pemilik usaha ini bernama Hangga Pramudyanto, umurnya baru 28tahun. Dan ia belum puas menggarap desain interior konvensional. Ia melihat dan mendapat inspirasi dari perkembangan pesat usaha waralaba di Tanah Air. Seiring dengan berkembangnya usaha waralaba maupun usaha yang mewaralabakan diri, ia memperkirakan permintaan akan booth maupun outlet-outlet waralaba dimaksud akan meningkat. Itu berarti permintaan untuk mendisain dan membuatnya akan meningkat pula. Dan, ini merupakan segmen baru yang belum banyak dibidik oleh usaha disain interior.

“Selama ini kami sudah banyak menangani pembangunan maupun mendisain rumah dan perkantoran. Tetapi saya melihat permintaan terhadap disain dan pembuatan outlet waralaba akan besar. Karena itu kami saat ini sedang menggarap pasar ini. Ini akan menjadi bisnis yang berkembang dengan baik” tutur Hangga, lulusan disain interior Universitas Pancasila tersebut.

Menurut Hangga, sejak akhir tahun lalu, beberapa usaha waralaba telah memesan booth dan outlet kepadanya, salah satunya adalah usaha waralaba Kebab Turki Baba Rafi. Usaha waralaba ini selain memesan sejumlah booth, juga memakai jasa Handal Karya untuk mendisain dan membangun outletnya di sebuah pameran di Pekan Raya Jakarta. Usaha waralaba lainnya yang tidak mau disebutkan namanya, memakai jasa Handal Karya untuk membangun dan mendisain kantor serta workshopnya.

Tahun ini juga, ada lima usaha waralaba yang sudah dalam daftar calon pelanggan Handal Karya. Umumnya pekerjaan yang diberikan kepada Handal Karya adalah membuat booth dan mendisain outlet. Sebagian besar booth dan disain outlet itu diperuntukkan untuk para franchisee (terwaralaba) baru. Handal Karya tidak mendapatkan deal bisnis dari terwaralaba dimaksud melainkan dari pemilik waralaba (franchisor). Soalnya, investasi waralaba itu umumnya berupa paket, mulai dari license fee hingga mendisain dan membangun outlet, sudah merupakan investasi yang utuh, tidak terpisah. Jadi dalam soal deal bisnis, franchisor dan franchisee lah yang saling bernego. Sementara Handal Karya mendapatkan pesanan dari franchisor.

Hangga tidak secara terus terang menyebutkan berapa harga jasa yang mereka patok dalam memenuhi pasanan usaha waralaba tersebut. Tetapi ia memberikan ancar-ancar antara Rp 8 juta hingga Rp 20 juta per booth, tergantung besar dan rumitnya pekerjaan tersebut. Adapun booth yang dibangun oleh Handal Karya bisa berupa gerobak, outlet semi permanent dan permanent.

Jika yang dipesan adalah booth, biasanya Handal Karya akan mengerjakan di workshop mereka, setelah rampung , barulah booth tersebut diangkut ke lokasi yang diinginkan. Sedangkan bila yang diminta adalah membangun atau mendisain outlet statis/permanent, Handal Karya akan mengirimkan orang-orangya untuk mengerjakannya dilokasi.

Menurut Hangga, pihaknya membutuhkan waktu rata-rata satu bulan untuk menyelesaikan pesanan-pesanan per klien. Sejauh ini, Handal Karya menurunkan empat orang pekerja dan dua orang pekerja dalam tahap finishing untuk tiap-tiap proyek. Sementara sebelum proyek pembuatan dan disain berjalan, terlebih dahulu dilakukan survey lokasi.

Salah satu positioning yang ingin ditonjolkan oleh Hangga dalam usahanya ini adalah adanya garansi lima tahun terhadap hasil pekerjaan mereka. Selam lima tahun tersebut, pihaknya bersedia menerima komplain dari klien dan memperbaiki apa yang dikeluhkan tersebut.

Usaha disain interior untuk waralaba ini merupakan salah satu bidang bisnis yang ditawarkan oleh Handal Karya. Usaha lainnya, yakni jasa disain interior/arsitektur dan kontraktor tetap berjalan. Tahun ini ia menargetkan akan mencapai omzet Rp 2Milyar atau lebih kurang Rp 160juta per bulan. Tahun lalu, omzet perusahaannya mencapai Rp 1,5Milyar. Sumbangan terbesar datang dari usaha kontraktor, baru menyusul dari usaha disain dan interior. “Sumbangannya besar, tetapi modalnya juga harus besar,” kata Hangga, menggaris bawahi usaha kontraktornya.

Baik untuk usaha jasa disain interior maupun usaha kontraktornya, tariff standar yang ditawarkan oleh Haka adalah per meter persegi. Sebagai contoh, untuk jasa komplit, mulai dari disain hingga pembangunan dan pengawasan, Haka mematok tarif Rp 1.850ribu per meter, sedangkan untuk jasa disain interior dan furniture, ada enam paket yang ditawarkan. Mulai dari paket multiplek, blockboard, MDF, Parquet, hingga wallpaper.

Embrio dari usahanya ini sudah ada ketika dia kuliah di Universitas Pancasila, Jakarta. Kedua orang tuanya memodalinya untuk menjalankan game center. Namun pada perjalanannya, usaha itu tak terlalu menggembirakan. Dan pada saat yang sama, Hangga justru sudah mulai mencoba-coba berkarya di bidang disain. Hasil-hasil gambar bangunannya ia tunjukkan kepada beberapa kerabat dank arena itu ia diberi kesempatan membuat gambar dan mendisain rumah mereka. Dari perkembangan inilah ia akhirnya memutuskan untuk memfokuskan diri pada usaha disain dan interior tersebut. Sedangkan usaha game center yang pernah dirintisnya itu kemudian ia hibahkan kepada orang lain.

Proyek paling besar yang pernah ditanganinya dalam usaha kontraktor ini antara lain adalah pembangunan asrama pesantren “Luhur Mutiara Bangsa” di Depok senilai Rp 2 Milyar. “Proyek ini kami dapatkan melalui tender,” kata Hangga. Tak mengherankan setelah sukses membangun asrama tersebut, mereka juga dipercaya kembali menangani pembangunan mushollanya.

Menurut Hangga, tantangan terbesar dalam usaha disain interior dan kontruksi adalah memelihara kepercayaan klien atau pelanggan. Apalagi pihaknya memberikan garansi atas kualitas proyek yang ditanganinya. “Sering kali pihak klien berubah pikiran ditengah perjalanan sebuah proyek. Misalnya kita sudah merancang disain interiornya dengan kesepakatan, tetapi mereka kemudian meminta diubah lagi. Ini yang bikin pusing, tetapi tetap harus kita layani dengan baik,” tutur Hangga. [eben ezer siadari]
Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More