PROMO IMLEK KLIKHOMES

PROMO IMLEK KLIKHOMES
NIKMATI PROMO INI, WAKTU TERBATAS

Related Post

Industri Furnitur Terpuruk

Senayan, Warta Kota

KETUA Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahjono berharap pemerintah memperhatikan sektor furnitur agar tidak semakin tergencet oleh produk Vietnam.

Harapan Ambar Tjahjono itu disampaikan dalam acara peluncuran Pameran 1FFINA (International Furniture Craft Fair Indonesia) 2010 di Hotel Sultan. Senayan. Jakarta Pusat. Rabu (9/12) malam menyusul kekalahan nilai ekspor furnitur Indonesia oleh Vietnam.

Kekalahan Itu. kata Ambar, bisa dilihat pada data 2009 yang menunjukkan bahwa Indonesia hanya menbukukan ekspor furnitur dan kerajinan sekitar 2.65 miliar dolar AS. sedangkan Vietnam berhasil meraup 3.8 miliar dolar AS.

Padahal, lanjut Ambar, kinerja ekspor Vitenam yang belum lama bangkit dari keterpurukan perang itu sesungguhnya sudah melorot hingga 60 persen. "Sementara kita tidak terlalu melorot. Tetapi, di Asia Tenggara Vietnam mencatatkan kinerja ekspor furnitur tertinggi." ujarnya.

Ambar menjelaskan, saat menghadiri acara Forum Pengusaha Furnitur ASEAN di Singapura belum lama ini. dia sempat berbincang-bincang dengan kalangan pengusaha furnitur Vietnam. "Selidik punya selidik, ternyata keberhasilan Vietnam dalam hal ekspor furnitur karena mendapat dukungan penuh pemerintahnya." katanya.

Dukungan penuh Pemerintah Vietnam terhadap pengusaha furnitur Itu antara lain dalam bentuk kemudahan-kemudahan perizinan, insentif bagi para pemilik modal di sektor furnitur, serta promosi dan perlindungan. "Karena dukungan penuh dari pemerintahannya itu, banyak investor dan trader asal Taiwan dan China membenamkan Investasi di Vietnam," kata Ambar.

Mengingat kekalahan Ini terjadi beberapa kali. Asmindo berharap agar Pemerintah Indonesia memberikan dukungan serupa untuk sektor furnitur. Dunia usaha furnitur di Indonesia, katanya, ingin mendapatkan perhatian yang sama dengan usaha sejenis di Vietnam. Apalagi sektor ln) menyerap banyak tenaga kerja. "Ya kami ingin bernasib sama dengan Vitenam. di mana pemerintah lebih memperhatikan pengusaha furnitur yang telah terbukti mampu menyerap tenaga kerja yang banyak dan tahan terhadap krisis. kata Ambar.

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Asmindo kembali menggelar pameran berkallber Internasional, IFF1NA ke-3, pada 11-14 Maret 2010 di JlExpo. Kemayoran. Jakarta Pusat.

Menurut Ambar. IFFINA 2010 menargetkan 2.500 pembeli potensial atau naik sekitar 1.500 orang dibandingkan pada 2009. Asmindo menargetkan transaksi IIF1NA 2010 bisa mencapai 170 Juta dolar AS.

Asmindo, kata dia. menginginkan nilai ekspor furnitur 2010 naik 15 persen dibanding 2009 dan tahun berikutnya bertambah 5 persen menjadi 20 persen. "Kami memiliki obsesi, ekspor tahun depan harus naik 15 persen, tahun berikutnya 20 persen dan seterusnya," katanya.

Dalam sambutannya Dirjen Industri Agro dan Kimia Departemen Perindustrian. Benny Wahyudi, mengatakan bahwa target tersebut merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, dia mengharapkan agar pelaku usaha di dunia furnitur Juga berbenah diri. Antara lain kita perlu memperhatikan desain serta kemudahan bagi pengusaha agar mereka tidak mendapat hambatan," katanya,
Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More