PROMO IMLEK KLIKHOMES

PROMO IMLEK KLIKHOMES
NIKMATI PROMO INI, WAKTU TERBATAS

Related Post

Asal Usul Dapur part.2

Melanjutkan artikel yang sebelumnya tentang asal-usul dapur. Kali ini kita melanjutkan ke tahap selanjutnya berdasarkan sejarah terjadi nya dapur tersebut dari masa ke masa...

B. Dapur pada Zaman Pertengahan

Pada zaman pertengahan barulah tercipta berbagai jenis masakan dan peralatan memasak. Setelah itu,di Eropa mulai muncul toko-toko yang menjual peralatan dapur dan makanan kecil seperti roti dan biskuit.

Kabinet terbuka, rak, dan lemari pun mulai digunakan. Kemudian disusul pula dengan penggunaan meja panjang yang terbuat dari batu yang berfungsi untuk memasak, memanggang, menggiling dan meletakkan berbagai peralatan. Beberapa bahan makanan, bumbu dapur dan minuman mulai di simpan di rak yang dipakukan ke dinding.

Kegiatan memasak pada zaman pertengahan dilakukan secara gotong royong dan hanya dilakukan oleh kaum pria. Pada saat itu kaum wanita belum diperbolehkan bekerja di dapur karena selain pekerjaannya berat juga berbahaya. Adapun kegiatan yang dilakukan oleh kaum pria di dapur yaitu mengangkat barang-barang berat termasuk kayu bakar dan menyimpannya di tempat penyimpanan khusus, memasak sertamenyajikan makanan.

C. Dapur Abad ke-15

Pada abad ke-15 barulah dimulai era baru dalam bidang makanan dan dapur. Pada saat itu sedang gencar-gencarnya para saudagar kaya memburu rempah-rempah di seluruh penjuru dunia melalui ekspedisi penjajahan dunia dengan berlayar menggunakan kapal. Seperti yang dilakukan oleh Christopher Columbus yang berhasil menemukan benua Amerika.

D. Dapur pada Abad ke-17

Pada abad ini pekerjaan dapur mulai dilakukan oleh kaum wanita. kecuali golongan kaya dan bangsawan yang menggunakan tenaga budak (pembantu). Sejak awal abad ke-12, masalah utama yang dihadapi dapur pada saat itu adalah bagaimana mengatur besarnya api agar lebih memudahkan ketika memasak. Berbagai teknik dilakukan seperti meletakkan belanga agak jauh dari seumber api atau mengecilkan dan membesarkan api sesuai kebutuhan dengan cara menambahkan atau mengeluarkan arang dan bara api.

Baru kemudian muncullah ide untuk membuat kuali besar untuk memasang yang di gantung dan diikat pada besi. Ide ini memudahkan kuali tersebut untuk di putar, ditinggikan atau direndahkan sesuai keinginan.

E. Dapur pada Masa Revolusi Industri

Revolusi industri yang terjadi pada abad ke-17 di Eropa membawa banyak perubahan pada ruang dapur. peralatan, dan cara memasak. ada beberapa teknik dan peralatan dapur yang baru yang ditermukan sehingga mempermudah teknik kukus untuk memasak biskuit atau daging.

Dapur-dapur pada rumah besar dimasa itu memiliki ruangan yang rapi dan teratur. Plafondnya yang tinggi memungkinkan terjadinya penghawaan yang baik. Sementara itu, ruang dapur pada rumah-rumah kecil biasanya agak kurang menarik karena keterbatasan luasan ruang.

F. Dapur pada Abad ke-18

Pada awal abad ke-18, sumber kayu di Eropa Utara mulai berkurang. Bahkan, di Inggris pun dibuat undang-undang baru yang membatasi jenis-jenis kayu yang boleh dipergunakan sebagai kayu bakar. Pada saat itu, harga arang sangatlah mahal dan orang-orang tidak mampu membelinya. Walaupun demikian, penduduk miskin dan orang-orang yang tinggal di kampung diperbolehkan mengambil kayu-kayu mati untuk dipergunakan sebagai kayu bakar.

Di rumah orang-orang kaya pada masa itu biasanya terdapat ruang dapur besar yang dilengkapi dengan berbagai peralatan memasak. Berbagai jenis makananpun disajikan. Ruang dapur tersebut juga dilengkapi dengan sink panjang yang terbuat dari batu dengan sumber air yang dialirkan melalui pipa. Untuk menyimpan makanan dalam jangka waktu yang lama, mereka menggunakan potongan es berbentuk segi empat yang diperoleh dari air sungai yang sudah membeku.

Kegiatan memanggang masih dilakukan secara terbuka diatas bara api. Namun, ada hal yang baru yaitu penggunaan screen besi berbentuk silinder yang diletakkan di sekeliling api unggun. Screen besi yang bisa memantulkan panas dari api ini dianggap mampu mempercepat matangnya makanan.

To be Continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More