PROMO IMLEK KLIKHOMES

PROMO IMLEK KLIKHOMES
NIKMATI PROMO INI, WAKTU TERBATAS

Related Post

Teknologi Konservasi Air Tanah Dengan Sumur Resapan. Part.2

Bahan utama yang diperlukan untuk membuat sumur resapan adalah :
  1. Seng/Plastik.
  2. Paralon.
  3. Beton/Bata.
Seng/Plastik digunakan untuk menampung air hujan yang berasal dari genting, selanjutnya air tersebut dialirkan melalui paralon menuju ke sumur resapan. Paralon digunakan untuk mengalirkan air hujan dari talang ke sumur resapan. Beton bis beton) atau dari batu bata digunakan sebagai dinding sumur resapan.

Gambar 4. Bahan Bis Beton Yang Digunakan Untuk Sumur Resapan
Dengan Sistem Dinding Tidak Porus dan Porus

III. METODOLOGI

Untuk mengaplikasikan teknik pembuatan sumur resapan maka diperlukan tahap sebagai berikut:
  • Melakukan analisis curah hujan. Analisa terhadap curah hujan dimaksudkan untuk menghitung intensitas curah hujan maksimum pada perioda ulang tertentu. Dengan mengetahui intensitas curah hujan maksimum maka kapasitas sumur resapan akan dapat dihitung.
  • Menghitung luas tangkapan hujan. Bersama-sama dengan intensitas curah hujan maksimum dengan periode ulang tertentu akan dapat dihitung besarnya debit aliran.
  • Menganalisis lapisan tanah/batuan. Lapisan tanah terdiri dari berbagai macam lapisan mulai dari tanah belempung, pasir berlempung dan gravel atau kombinasi dari lapisan tersebut. Sumur resapan akan sangat efisien jika dibuat sampai pada daerah dengan lapisan batuan yang terdiri dari pasir atau gravel.
  • Pemasangan sumur. Sumur resapan dapat dibangun dengan menggunakan bis beton dengan lapisan porus atau susunan batu bata yang disusun secara teratur.

Untuk membangun sumur resapan agar dapat memberikan kontribusi yang optimum diperlukan metoda perhitungan sebagai berikut (Sunjoto,1992) :
  1. Menghitung debit masuk sebagai fungsi karakteristik luas atap bangunan dengan formula rasional  (Q=CIA, Q=debit masuk, C=koefisien aliran (jenis atap rumah), I=intensitas hujan, A=luas atap)
  2. Menghitung kedalaman sumur optimum diformulakan sebagai berikut:
H = Q/FK [1-exp(-(FKT/pR2)]
H = Kedalaman air (m)
Q = Debit masuk (m3/dt)
F = Faktor geometrik (m)
K = Permeabilitas tanah (m/dt)
R = Radius sumur.
T = Durasi aliran (dt).
Evaluasi jenis fungsi dan pola letak sumur pada jarak saling pengaruh guna menentukan kedalaman terkoreksi dengan menggunakan multi well system.

Sebagai gambaran bagi kita jika akan membangun suatu sumur resapan akan tetapi tidak ingin direpotkan oleh perhitungan yang cukuo merepotkan maka Tabel 1 dapat digunakan sebagai bahan acuan.

Tabel 1. Volume Sumur Resapan Pada Kondisi Tanah Permeabilitas Rendah
(SK Gub No.17 Th 1992)


No.

Luas
Kavling (M2)

Volume Resapan Ada Saluran Drainase Sebagai Pelimpahan=V1 (M3)

Volume Sumur Resapan Tanpa Ada Saluran Drainase Sebagai Pelimpahan=V2 (M3)
1
50
1,3-2,1
2,1-4
2
100
2,6-4,1
4,1-7,9
3
150
3,9-6,2
6,2-11,9
4
200
5,2-8,2
8,2-15,8
5
300
7,8-12,3
12,3-23,4
6
400
10,4-16,4
16,4-31,6
7
500
13-20,5
20,5-39,6
8
600
15,6-24,6
24,6-47,4
9
700
18,2-28,7
28,7-55,3
10
800
20,8-32,8
32,8-63,2
11
900
23,4-36,8
36,8-71,1
12
1000
26-41
41-79

IV. PERALATAN
Alat yang digunakan untuk membuat sumur resapan adalah :
  1. Peralatan pertukangan seperti tukang batu dan tukang kayu.
  2. Alat ukur ( meteran)
  3. Kayu/bambu

V. PEMBUATAN SUMUR RESAPAN
Tahap-tahap pembuatan sumur resapan adalah :
  1. Persiapan awal berupa penyiapan lahan dan bahan.
  2. Penggalian baik untuk sumur itu sendiri maupun jaringan yang baerasal dari atap rumah.
  3. Pemasangan meliputi pemasangan bis beton atau batu bata dan pemasangan jaringan dari rumah ke rumah.
Pemasangan sumur resapan dapat dilakukan dengan model tunggal dan komunal. Maksud sumur resapan model tunggal adalah satu sumur resapan digunakan untuk satu rumah, sedangkan yang komunal satu sumur resapan digunakan secara bersama-sama untuk lebih dari satu rumah.
Letak sumur resapan untuk yang model tunggal biasanya di halaman rumah sedang yang model komunal dapat dipasang di bahu jalan.


Gambar 5a. Memanfaatkan Bahu Jalan Untuk Sumur Resapan (Tampak Depan)


Gambar 5b. Memanfaatkan Bahu Jalan Untuk Sumur Resapan (Tampak Atas)


Gambar 6. Potongan Tegak Pemasangan Sumur Resapan


Gambar 7. Pemanfaatan Halaman Untuk Sumur Resapan

INFORMASI SELENGKAPNYA HUBUNGI :

Nusa Idaman Said, Haryoto Indriatmoko, Nugro Raharjo, Arie Herlambang
Kelompok Teknologi Pengelolaan Air Bersih dan Limbah Cair
Direktorat Teknologi Lingkungan
Kedeputian Bidang Teknologi Informasi, Energi dan Material
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Jl. M.H. Thamrin No. 8, Jakarta Pusat
Telp. 3169769, 3169770
Fax. 3169760


Artikel ini di kutip dari : www.kelair.bppt.go.id

1 komentar:

  1. Ternyata rumit sekali ilmu tentang arsitektur,mencakup hampir semua mata pelajaran di sekolah.

    BalasHapus

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More